KUPANG, POTRETNTT.co.id – Bakal calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Soares, menawarkan pembenahan kompetisi sepak bola sebagai salah satu program prioritas jika terpilih memimpin organisasi tersebut.
Salah satu agenda yang diusungnya adalah memisahkan penyelenggaraan Piala Gubernur NTT dari kompetisi Liga 4 NTT, sehingga pembinaan dan kompetisi sepak bola dapat berjalan secara berjenjang.
Fernando Soares, yang akrab disapa Nando, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Asprov PSSI NTT pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia mengatakan, keputusannya maju dalam pemilihan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan, termasuk masukan dari klub sepak bola serta anggota Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) PSSI di NTT.
“Saya maju mendaftar sebagai bakal calon ketua PSSI dengan berbagai pertimbangan dan memiliki visi-misi yang telah kami diskusikan dengan klub-klub serta anggota Askab/Askot. Mereka memberikan masukan tentang bagaimana ke depan kita mengelola Asprov PSSI NTT,” kata Nando.
Dalam pencalonannya, Nando mengklaim telah memperoleh dukungan dari 24 pemilik suara dari total 35 pemilik suara yang ada.
Meski demikian, ia menyatakan akan terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat dukungan sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di NTT.
“Saya mendapatkan dukungan 24 dari 35 pemilik suara. Artinya, kita akan terus melakukan konsolidasi untuk memajukan sepak bola di NTT,” ujarnya.
Nando menjelaskan, salah satu fokus utama yang akan diperjuangkannya adalah pembenahan sistem kompetisi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, regional, hingga Liga 4 NTT.
Menurut dia, Piala Gubernur NTT perlu memiliki format tersendiri dengan melibatkan tim-tim dari 22 kabupaten/kota melalui anggota PSSI di masing-masing daerah.
“Kompetisi akan saya pisahkan antara Piala Gubernur dengan Liga 4 NTT. Kami menginginkan kompetisi berjenjang, dimulai dari kabupaten, regional, sampai ke Liga 4 NTT,” jelasnya.
“Untuk Piala Gubernur, akan kita laksanakan dengan peserta yang hanya berasal dari 22 kabupaten/kota se-NTT melalui anggota PSSI kabupaten/kota,” tambahnya.
Selain kompetisi, Nando juga menempatkan pembinaan pemain usia dini sebagai bagian penting dari program kerjanya.
Ia berencana memperkuat Sekolah Sepak Bola (SSB), mulai dari kelompok usia 6–8 tahun hingga usia 12 tahun, untuk memperluas kesempatan pembinaan dan menghasilkan pemain potensial dari NTT.
Menurut dia, pembinaan pemain harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam sepak bola, khususnya wasit dan pelatih.
Karena itu, ia berjanji mendorong penguatan kapasitas serta pelaksanaan sertifikasi wasit dan pelatih di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Dalam aspek tata kelola organisasi, Nando berkomitmen menerapkan pengelolaan Asprov PSSI NTT yang transparan dan terbuka apabila mendapat kepercayaan memimpin organisasi tersebut.
“Jika dipercayakan menjadi Ketua Asprov PSSI NTT, kami akan memperhatikan tata kelola Asprov. Kami akan terbuka dalam pengelolaan Asprov ini dengan transparan,” tegasnya.
Nando juga mengungkapkan rencana menghadirkan TV Bola NTT sebagai sarana publikasi kompetisi sekaligus promosi pemain sepak bola daerah.
Menurut dia, platform tersebut diharapkan dapat membantu pemandu bakat atau talent scout di tingkat nasional memantau potensi pemain NTT tanpa harus datang langsung ke daerah.
Ia berharap kompetisi yang berjalan secara konsisten, didukung pembinaan yang terarah dan publikasi yang lebih luas, dapat membuka peluang bagi pemain-pemain NTT untuk menembus level nasional.
Sementara itu, Ketua Komite Pemilihan Bakal Calon Ketua Asprov PSSI NTT, Piter Fomeni, membenarkan bahwa hingga Rabu, 14 Oktober 2026, sudah ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri.
Kedua bakal calon tersebut adalah Chris Mboeik dan Fernando Soares.
“Sampai saat ini sudah ada dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon. Semalam Pak Chris Mboeik dan hari ini Pak Nando Soares,” kata Piter.
Piter menjelaskan, salah satu persyaratan pendaftaran adalah memiliki minimal satu dukungan dari pemilik suara. Dengan demikian, bakal calon yang memenuhi persyaratan awal tersebut dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Komite Pemilihan masih membuka pendaftaran hingga 17 Oktober 2026 pukul 23.59 WITA.
Setelah masa pendaftaran berakhir, tahapan akan dilanjutkan dengan verifikasi administrasi terhadap berkas para bakal calon.
“Salah satu persyaratannya, mereka minimal punya satu dukungan saja sudah bisa mendaftarkan diri sebagai bakal calon. Kami dari Komite Pemilihan masih membuka pendaftaran hingga tanggal 17 Oktober 2026. Setelah tahapan pendaftaran selesai, kita akan lanjutkan ke tahapan verifikasi administrasi,” pungkasnya.
Dinamika pencalonan ini menjadi bagian dari proses pemilihan kepemimpinan Asprov PSSI NTT. Program dan komitmen yang ditawarkan para bakal calon nantinya menjadi salah satu hal yang dapat dicermati dalam menentukan arah pembinaan serta pengembangan sepak bola di Nusa Tenggara Timur.
