KUPANG, POTRETNTT.CO.ID – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (18/10/2026) sore. Kedatangannya disambut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama jajaran pimpinan TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah di Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El Tari Kupang.
Kunjungan kerja Menhan Sjafrie ke NTT dijadwalkan berlanjut pada Senin (19/10/2026), dengan agenda meninjau lokasi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 929/Meo Matane Mutis (MMM) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, terutama dalam mendukung pembangunan wilayah serta menjaga stabilitas keamanan di NTT yang memiliki posisi strategis di kawasan selatan Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara lain.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan wilayah berjalan seiring dengan penguatan pertahanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“NTT membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI. Kita ingin pembangunan wilayah berjalan semakin baik, keamanan tetap terjaga, dan kehadiran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Melki.
Menurutnya, pembangunan pertahanan dan keamanan tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pembangunan di NTT diharapkan tidak hanya berfokus pada penguatan infrastruktur dan pertahanan wilayah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui peningkatan akses pelayanan dasar, pertumbuhan aktivitas ekonomi, serta terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.
Dalam konteks tersebut, keberadaan satuan Teritorial Pembangunan diharapkan dapat mendukung penguatan pertahanan sekaligus membuka peluang kolaborasi pembangunan wilayah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.
Bagi NTT, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong investasi, memperlancar aktivitas ekonomi, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pedesaan dan perbatasan.
Pemerintah Provinsi NTT berharap kunjungan Menhan RI dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor, sehingga program pemerintah pusat dan daerah berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Penyambutan Menhan Sjafrie turut dihadiri Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayor Jenderal TNI Thevi Angandowa Zebua, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., Dankodaeral VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla, serta Danlanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, S.I.P.
