TTU, POTRETNTT.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penyelenggaraan Tour de EnTeTe 2026 menjadi momentum menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang rute kegiatan.
Menurut Melki, kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda olahraga. Lebih dari itu, Tour de EnTeTe harus mampu menghubungkan potensi pariwisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
Hal itu disampaikan Melki saat melepas peserta Tour de EnTeTe Etape I Daratan Timor Rute II yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (5/11/2026).
Melki menegaskan, titik akhir atau lokasi finis setiap kegiatan harus dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk lokal. Karena itu, para bupati dan wali kota se-NTT diminta memfasilitasi keterlibatan UMKM agar produk unggulan daerah mendapat kesempatan dipasarkan kepada peserta maupun masyarakat.
“Titik finish harus menjadi ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Produk lokal seperti kuliner khas daerah, tenun ikat, dan berbagai produk UMKM lainnya perlu diberikan kesempatan untuk tampil dan dipasarkan kepada para peserta maupun masyarakat yang hadir,” kata Melki.
Ia berharap, meningkatnya mobilitas peserta dapat memberikan dampak langsung terhadap pendapatan pelaku usaha lokal. Selain UMKM, kegiatan tersebut juga diharapkan menggerakkan sektor lain, seperti transportasi, akomodasi, dan kuliner.
Ketua Panitia Etape I Rute II, Alberd Pairikas, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dari Kantor Desa Oeprigi, Kabupaten TTU, dan berakhir di Kantor Camat Polen, Kabupaten TTS, dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer.
Sebanyak kurang lebih 1.600 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pelajar SMA/SMK, masyarakat umum, personel TNI, serta aparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU maupun TTS.
Tidak hanya berolahraga, peserta juga diajak terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial di sepanjang rute, termasuk mengunjungi rumah tidak layak huni, sekolah, pelaku UMKM, serta titik-titik aktivitas masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Melki menyerahkan bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 10 penerima manfaat, masing-masing lima orang dari Kabupaten TTU dan lima orang dari Kabupaten TTS.
Bupati TTU, Yoseph Falentinus Kebo, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah perbatasan TTU dan TTS sebagai bagian dari rute kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan Tour de EnTeTe di kawasan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap wilayah dan masyarakat di perbatasan antarkabupaten.
“Pelaksanaan Tour de EnTeTe memilih tempat di wilayah perbatasan antara dua kabupaten. Tentunya hal ini memberikan perhatian khusus bagi wilayah perbatasan. Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian yang diberikan,” ungkap Yoseph.
Melki menambahkan, penyelenggaraan sport tourism tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-3 Pemerintah Provinsi NTT, yakni menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dengan dukungan lintas sektor agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian Tour de EnTeTe 2026. Para peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
“Harapan kita, momentum seperti ini terus dipelihara agar roda perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur semakin bergerak, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Melki.
